Perkuat Solidaritas Organisasi, Dosen Ilmu Sejarah Unkhair Dr. Nurachman Iriyanto,M.A, Tekankan Pentingnya Etika Kepengurusan di KKPJ Malut
Ternate — Kerukunan Keluarga Persaudaraan Jawa (KKPJ) wilayah Maluku Utara menggelar kegiatan konsolidasi dan pembinaan internal yang dipusatkan di kawasan wisata sejarah Pantai Kastela, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, pada Minggu (13/9/2026).
Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota KKPJ tersebut menghadirkan akademisi sekaligus dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Nurachman Iriyanto, M.A., sebagai narasumber utama. Mengusung tema krusial "Hak, Kewajiban, serta Etika Pengurus dan Anggota", kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh fondasi organisasi yang harmonis dan selaras dengan kearifan lokal di tanah rantau.
Dalam pemaparannya, Dr. Nurachman Iriyanto menggarisbawahi bahwa sebuah organisasi kekeluargaan seperti KKPJ tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi semata, melainkan entitas sosial yang memiliki tanggung jawab moral dan kultural yang tinggi di tengah masyarakat majemuk Maluku Utara.
Menurutnya, pemahaman yang berimbang antara hak dan kewajiban merupakan kunci utama agar roda organisasi dapat berjalan secara demokratis, transparan, dan akuntabel.
"Hak dan kewajiban dalam organisasi ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Pengurus dan anggota harus berjalan seirama; pengurus memiliki kewajiban melayani dan mengayomi, sementara anggota memiliki hak untuk berpendapat serta berpartisipasi aktif, yang diimbangi dengan kewajiban mematuhi aturan dasar organisasi," ujar Dr. Nurachman
Selain aspek administratif hak dan kewajiban, Arkeolog dan sejarawan Unkhair ini juga memberikan penekanan khusus pada dimensi etika. Ia mengingatkan bahwa etika berorganisasi dan etika sosial di ruang publik menjadi cerminan dari nilai luhur budaya yang diusung. Menjaga etika berarti merawat marwah organisasi di bumi Maluku Utara yang sarat akan nilai-nilai tradisi basudara, rasa kebersamaan, serta semangat toleransi antar-etnis.
"Etika pengurus dan anggota adalah benteng utama penjaga keharmonisan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Organisasi paguyuban seperti KKPJ harus menjadi teladan dalam merawat kebersamaan, menjunjung tinggi sopan santun, serta senantiasa berkontribusi positif bagi pembangunan sosial di Maluku Utara," tambahnya.
Kegiatan yang dilangsungkan di ruang terbuka Pantai Kastela, sebuah kawasan yang sarat dengan jejak sejarah masa lalu, ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Sesi diskusi interaktif mewarnai jalannya acara, di mana para anggota KKPJ antusias mengajukan pertanyaan seputar tata kelola organisasi yang efektif serta strategi menjaga kerukunan di tengah dinamika masyarakat multikultural.