08 Sep 2026 Humas Post Dibaca 4 kali

Mahasiswa Ilmu Sejarah Unkhair Siap Ikut Bina Desa di Togolobe Hiri

Mahasiswa Ilmu Sejarah Unkhair Siap Ikut Bina Desa di Togolobe Hiri

Ternate — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) bersama Program Studi lainnya, secara resmi bertolak ke Pulau Hiri untuk melaksanakan kegiatan Bina Desa. Program ini diselenggarakan sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu sejarah langsung di tengah kehidupan sosial warga setempat.
Pelepasan dan pengantaran mahasiswa berlangsung hangat dengan didampingi langsung oleh jajaran dosen pengajar. Ketua Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unkhair, Lucia Arter Lintang Gritantin, menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat mengaplikasikan keilmuan yang didapat di bangku kuliah untuk merekam serta merawat memori kolektif masyarakat Togolobe Pulau Hiri.

"Kegiatan bina desa ini merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Kami berharap mereka tidak hanya membawa pulang pengalaman sosial, tetapi juga mampu memetakan serta mendokumentasikan potensi sejarah dan kebudayaan lokal yang ada di Pulau Hiri bersama masyarakat setempat," ujar Lucia di sela-sela pengantaran mahasiswa.

Sementara itu, Dwi Sumaiyyah, dosen Ilmu Sejarah FIB Unkhair yang turut mendampingi para mahasiswa menuju lokasi, menyoroti pentingnya kepekaan sosial dan pendekatan kritis dalam berinteraksi dengan warga. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di lapangan menjadi jembatan penting dalam merekonstruksi narasi lokal.

"Mahasiswa kami dorong untuk berbaur aktif, mendengarkan tutur lisan warga, serta memahami dinamika sosial masyarakat Togolobe Pulau Hiri secara langsung. Ini adalah momentum terbaik bagi mereka untuk melatih metodologi sejarah lisan sekaligus berkontribusi positif bagi desa," tutur Dwi Sumaiyyah saat tiba di lokasi penyerahan mahasiswa.

Kegiatan Bina Desa ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan agenda utama pemetaan potensi sejarah lokal, pendampingan masyarakat, serta dokumentasi cagar budaya dan tradisi lisan di Pulau Hiri. Para mahasiswa pun menyambut antusias kesempatan ini untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat pesisir.